Profil PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk

HUBUNGAN INVESTOR
PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk

I.      Profil Perusahaan

a.      Perusahaan

                        Nama lengkap perusahaan : Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT

                        Perusahaan Pusat                 : 8/F Wisma Indocement

                                                                                Jln. Jend. Sudirman Kav 70-71,       Jakarta, 12910

                        Status                                       : Tercantum

                        Hukum Bentuk                      : Perseroan Terbatas Publik

                        Operasional Status                : Operasional

                        ISIN KODE                           : ID 1000061302

                    Auditor Keuangan                : Purwantono, Sarwoko & Sandjaja (2007)

                        Pendirian Tanggal                : 16 Januari 1985

                        Jumlah Karyawan                : 6316 (per akhir tahun 2011 )

                        Telpon                                    : (62 21) 2512121

PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) telah menjadi produsen terkemuka produk semen berkualitas untuk pasar Indonesia sejak tahun 1975. Lebih dari satu dekade lalu, HeidelbergCement Group Jerman berbasis menjadi pemegang saham mayoritas Indocement. Pabrik Citeureup di Bogor, Jawa Barat, saat ini salah satu pabrik semen terbesar di dunia yang beroperasi 9 tanaman dengan kapasitas desain terpasang tahunan sebesar 11,9 juta ton semen. Dua lainnya pabrik yang berlokasi di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, dan di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Lokasi ini memiliki dua dan satu pabrik masing-masing. Kapasitas total desain Perseroan terpasang 18,6 juta ton semen per tahun.

  1. b.      Visi dan Misi Perusahaan
  • Visi                        : Pemain utama dalam bisnis semen domestic dan pemimpin pasara dibidang beton siap-pakai, agregat, dan bisnis pasir dijawa
  • Misi                       : Kami berkecimpung dalam bisnis penyediaan semen dan    bahan bangunan berkualitas dengan harga kompetitif dan tetap memperhatikan pembangunan berkelanjutan.
  • Moto Perseroan   : Turut membangun kehidupan bermutu

C. Manajemen Perusahaan

Dr. Albert Scheuer, Komisaris UtamaWarga Negara Jerman, usia 54. Menjabat Komisaris Utama sejak 14 Mei 2008. Beliau juga menjabat sebagai Managing Board HeidelbergCement Group, bertanggung jawab untuk wilayah Asia-Oceania dan koordinator Heidelberg Technology Center seluruh dunia. Meraih gelar Diploma Teknik Mesin pada 1982 dan gelar Doktor di bidang Teknik Mesin pada 1987 dari Technical University of Clausthal, Jerman.
Tedy Djuhar, Wakil Komisaris Utama / Komisaris IndependenWarga Negara Indonesia, usia 60. Menjabat Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen sejak 10 Mei 2011. Sebelumnya beliau menjabat Wakil Direktur Utama sejak 26 April 2001. Saat ini beliau juga masih menjabat Direktur Non-Eksekutif di First Pacific Company Ltd., Hong Kong. Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya dari University of New England, Australia.
I Nyoman Tjager, Wakil Komisaris Utama / Komisaris IndependenWarga Negara Indonesia, usia 61. Sejak 26 April 2001 menjabat Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bursa Efek Indonesia. Meraih gelar Master bidang Ekonomi dari Fordham University, New York, Amerika Serikat. Meraih gelar Doktor dalam Ilmu Hukum Bisnis dari Universitas Gajah Mada, Indonesia pada tahun 2003.
Dr. Lorenz Naeger, Komisaris
Warga Negara Jerman, usia 51. Sejak 2 Desember 2004 menjabat sebagai Komisaris. Selain itu beliau juga menjabat anggota Managing BoardHeidelbergCement Group, sebagai Chief Financial Officer. Beliau menempuh studi bidang Administrasi Bisnis di Universities of Regensburg (Jerman); Swansea (Wales) dan Mannheim (Jerman). Beliau lulus pada tahun 1986 dengan gelar Sarjana di bidang Administrasi Bisnis dari Mannheim University. Meraih gelar Doktor dan kualifikasi sebagai Konsultan Pajak di tahun 1991.
Dr. Bernd Scheifele, Komisaris
Warga Negara Jerman, usia 53. Menjabat Komisaris sejak 23 Februari 2005. Saat ini beliau juga menjabat Chairman Managing Board HeidelbergCement Group, Deputy Chairman Supervisory Board dari kelompok penerbit Georg von Holtzbrinck GmbH,Chairman Board of Directors PHOENIX Pharmahandel GmbH & Co KG. Beliau menempuh studi ilmu hukum di Universities of Freiburg and Dijon. Meraih gelar Master bidang Hukum dari University of Illinois pada tahun 1984.
Daniel Gauthier, Komisaris
Warga Negara Belgia, lahir pada tanggal 20 Januari 1957. Komisaris sejak 23 Juni 2004. Saat ini juga menjabat sebagai anggota Managing Board HeidelbergCement Group, untuk kawasan Eropa Utara dan Eropa Barat (kecuali Jerman), Mediterania, Afrika, Group Trading Services and Environmental Sustainability. Meraih gelar sarjana di bidang Teknik Pertambangan dari Polytechnic University di Mons, Belgia.
  • Dewan Komisaris
Daniel Lavalle, Direktur UtamaWarga Negara Belgia, usia 61. Menjabat Direktur Utama sejak 26 April 2001. Dan hingga saat ini beliau masih menjadi Chief Executive OfficerHeidelbergCement Group untuk Asia Tenggara. Sebelumnya beliau adalah Chief Executive OfficerCBR Cement, Belgia. Gelar Master di bidang Pertambangan diraihnya dari Polytechnical Faculty of Mons, Belgia.
Franciscus Welirang, Wakil Direktur Utama Warga Negara Indonesia, usia 60. Sejak 10 Mei 2011 menjabat Wakil  Direktur  Utama.  Saat  ini,  beliau  menjabat  Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dan Wakil Komisaris Utama PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan KADIN Indonesia. Sebelumnya, beliau pernah menjabat Komisaris Utama PT Bursa Efek Surabaya 2001 – 2007. Gelar Diploma bidang Teknik Kimia diraihnya dari South Bank Polytechnic di London, Inggris.
Nelson Borch, Direktur
Warga Negara Kanada, usia 49. Menjabat Direktur sejak 12 September 2001. Sebelumnya bekerja pada CBR Group dalam berbagai jabatan. Selain itu juga pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer/Managing Partner di Terra Geotechnics Sdn. Bhd, Malaysia. Gelar Sarjana Teknik Sipil diraihnya dari University of British Columbia, Kanada.
Kuky Permana, Direktur
Warga Negara Indonesia, usia 58. Bergabung dengan Indocement sejak 1978 dan menjabat sebagai Direktur sejak 28 Juni 2006. Sebelumnya beliau sebagai Deputi Direktur Teknik Indocement. Meraih gelar B.Sc. (Hons) dalam bidang Civiland Municipal Engineering dari University College, London, Inggris.
Hasan Imer, Direktur
Warga Negara Turki, usia 57. Sejak 1 September 2008 menjabat Direktur. Sebelumnya beliau adalahProjects and Investment Manager di Akçansa’s Çanakkale Plant (HeidelbergCement Group) Turki pada tahun 1988 dengan jabatan terakhirnya sebagai Manager of Plant and second kiln line project. Beliau juga menjabat koordinator di Heidelberg Technology Center, Jerman untuk wilayah Asia 2001 – 2004. Meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Istanbul State Engineering and Architecture Academy, Istanbul, Turki.
Tju Lie Sukanto, Direktur Warga Negara Indonesia,  usia  43.  Menjabat  Direktur  sejak 1 Juni 2011. Sebelumnya, sejak 2003 beliau adalah Purchasing Division Manager Perseroan. Memiliki pengalaman yang luas dalam bidang keuangan di Indonesia dan Jerman, termasuk sebagai Direktur Keuangan pada anak perusahaan industri Jerman di Indonesia. Meraih gelar Sarjana Manajemen Teknik Industri dengan fokus bidang Keuangan dan Akuntansi dari University of Karlsruhe di Jerman.
Benny S. Santoso, Direktur Warga Negara Indonesia, usia 53. Menjabat Direktur sejak 15 Juni 1994. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris PT Indofood Sukses Makmur Tbk., Direktur Non-Eksekutif First Pacific Co. Ltd. dan anggota Dewan Penasihat Philippine Long Distance Telephone Company. Beliau adalah lulusanDepartment of Business Studies, Ngee Ann College, Singapura.
Daniel R. Fritz, DirekturWarga Negara Amerika, usia 56. Menjabat Direktur sejak 12 Mei 2009.  Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur HTC Asia-Oceania untuk HeidelbergCement Group. Sebelumnya, beliau adalah Vice President & Chief Operating Officer, Votorantim Cimentos North America, Inc., Jacksonville, Florida, Amerika Serikat. Meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari University of Massachusetts Dartmouth, Amerika Serikat.

Pemegang Saham

Perusahaan ini dimiliki oleh tiga kelompok penting, yang pertama yaitu Birchhwood Omnia Limited (Inggris) dengan saham terbesar yakni 51,00% diikuti oleh public sebesar 35,97% dan terakhir oleh PT. Mekar Perkasa sebesar 13,03%.

  • Penghargaan

  31 Juli 2012 –  Daniel Lavalle, Direktur Utama Indocement memperoleh penghargaan sebagai salah satu ”Green CEO 2012” oleh Majalah Warta Ekonomi kepada 20 CEO (Chief Executive Officer) perusahaan publik yang dinilai layak menyandang predikat hijau. Indocement merupakan salah satu dari 20 perusahaan yang dianugerahi untuk sektor Pertambangan/Manufaktur. Pemberian penghargaan dilaksanakan di Hotel JW Marriott, Jakarta Selasa (31/7).

  31 Juli 2012 – Semen “Tiga Roda” produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (”Indocement”) kembali dianugerahi ”Top Brand Award 2012”, untuk kategori Semen oleh Majalah Marketing bekerjasama dengan Frontier Consulting Group. Pemberian penghargaan dilakukan di Hotel Mulia, Jakarta.

  10 Juli 2012 – Indocement kembali dianugerahi “Indonesia Green Awards 2012” untuk kategori “Green Manufacture”. Penghargaan diberikan oleh Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat, di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan diterima oleh General Manager (GM) Pabrik Citeureup, Setia Wijaya. “Indonesia Green Awards 2012” digagas oleh Majalah Bisnis&CSR yang didukung oleh Kementerian Kehutanan RI dan La Tofi School of CSR.

  10 Juli 2012 – Indocement kembali menerima  penghargaan “Best Managed Company” dari Majalah FinanceAsia, Hong Kong. Pelaksanaan penganugerahan dilakukan di Hotel Shangri-la Jakarta.

  9 Juli 2012 – Indocement dianugerahi penghargaan sebagai “Pembayar Pajak Badan Terbesar Tahun 2011” di KPP Pratama Cileungsi, oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah Jawa Barat II. Penghargaan ini diterimakan dalam acara Tax Gathering Wajib Pajak Besar, bertempat di Grand Ballroom Puri Begawan, Bogor.

  12 Juni 2012 – Indocement mendapat “Corporate Image Award” (yang beberapa tahun lalu juga disebut “Indonesia’s Most Admired Company Award”). Kali ini, penghargaan diterima oleh Daniel Kundjono Adam selaku Sales & Marketing Division Manager Indocement, pada acara malam penganugerahan di Ballroom 1, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (12/6).

  15 Desember 2011 – Indocement berhasil meraih beberapa penghargaan pada ajang “Indonesian CSR Awards 2011”, antara lain Penghargaan Platinum kategori Bidang Ekonomi untuk sektor industri dan manufaktur, khususnya untuk Program 5 Pilar, khususnya mengenai bidang ekonomi pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan peran UMKM di Citeureup, Bogor, Jawa Barat serta Penghargaan Gold kategori Bidang Lingkungan untuk sektor industri dan manufaktur, khususnya untuk program pemberdayaan berkelanjutan dalam bidang pengelolaan sampah rumah tangga Desa Cimerang dan Gado Bangkong, Cimareme, Bandung, Jawa Barat. Kedua penghargaan tersebut diberikan pada hari Kamis (15/12), di Balai Kartini, Jakarta.

II.                Komponen Utama Company Profile


Lokasi Pabrik Kapasitas Terpasang
(juta ton)

Citeureup, Bogor, Jawa Barat 9 Pabrik 11,9 ton
Palimanan, Cirebon, Jawa Barat 2 Pabrik 4,1 ton
Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan 1 Pabrik 2,6 ton

Total 12 Pabrik 18,6 ton
  1. a.      Bisnis Utama Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk

Perusahaan ini bergerak dalam bidang penghasil semen. Indocement memiliki operasional semen terintegrasi dengan total kapasitas terpasang 18,6 juta ton semen. Saat ini Indocement mengoperasikan 12 pabrik, sembilan berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat; and satu di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Produk utama perusahaan adalah Portland Composite Cement (PCC) dan Ordinary Portland Cement (OPC). Perusahaan juga memproduksi berbagai tipe semen lainnya seperti Portland Cement Type I and Type V, begitu juga dengan Oil Well Cement. Indocement adalah satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia.

PT. Indocement Tunggal Prakasa mengeluarkan jenis produk semen yang dipasarkan dengan merek “Tiga Roda” adalah Portland Composite Cement (“PCC”), Semen Ordinary Portland (Ordinary Portland Cement/”OPC”) Tipe I, Tipe II dan Tipe V, Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement), Semen Putih (White Cement) dan TR30 Acian Putih. Indocement merupakan satu-satunya produsen Semen Putih di Indonesia. Berbeda dari OPC, produk PCC yang diperkenalkan pada 2005, memiliki rasio klinker yang lebih rendah. Penggunaan bahan baku alternatif menciptakan daya tahan lebih baik dan memberikan perlindungan optimal terhadap pengaruh erosi akibat cuaca maupun zat kimia. Hal ini efektif mengurangi pemakaian energi serta emisi CO2 seiring dengan komitmen Indocement untuk menjaga kelestarian lingkungan di seluruh wilayah operasinya. Melalui anak perusahaannya, PT Pionirbeton Industri (“Pionir”), Indocement menjadi penyedia beton siap-pakai (“RMC”) terkemuka di Jawa. Untuk mendukung bisnis RMC, Perseroan memiliki dua bisnis agregat dengan estimasi cadangan 100 juta ton. Setelah diselesaikannya beberapa batching plant baru pada 2011, pangsa pasar RMC tumbuh dengan pesat di pasar utama Jakarta dan Jawa Barat.

  • Produksi

Total produksi perusahaan  mencapai 15,4 juta ton semen di 2011, atau 82,7% dari total kapasitas produksi terpasang. Dengan pertumbuhan produksi yang sama seperti pada 2011, diharapkan pada 2012 perusahaan kami dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. Oleh karena itu, seperti produsen semen lokal lainnya, Indocement akan mengeksplorasi kapasitas produksi baru. Penggilingan baru di Pabrik Citeureup masih dalam proses dan diharapkan selesai pada 2013 dengan kapasitas tambahan sebesar 1,9 juta ton semen. Sebuah pabrik baru (brown-field) di Citeureup dengan kapasitas 4,4 juta ton semen per tahun akan siap beroperasi pada 2015, sedangkan pembangunan dua pabrik baru (green-field) lainnya diperkirakan akan selesai pada 2016- 2017.

  • Lingkungan

Perusahaan  tidak hanya berfokus dalam hal meningkatkan kinerja produk dan memajukan perusahaan saja, tetapi perusahaan juga ikut memelihara lingkungan, karena bagaimana pun juga perusahaan sadar dengan hadirnya perusahaan besar yang juga turut mengeluarkan polusi udara  tentu secara tidak langsung ikut mempengaruhi kondisi lingkungan. Oleh karena itu, sebagai perusahaan besar dan ingin dikenal secara luas oleh dunia internasional maka PT Indocement melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat memperbaiki lingkungan baik dari segi infrastuktur maupun diluar dari perusahaan.

  1. PT Indocement telah mengembangkan dua proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM) sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dan terdaftar pada United Nations Framework for Climate Change Commission (“UNFCCC”). Proyek tersebut sudah diterapkan oleh Perseroan pada ketiga kompleks pabriknya di Citeureup dan Palimanan, Jawa Barat serta di Tarjun, Kalimantan Selatan. Proyek tersebut merupakan hal yang penting terkait dengan langkah Perseroan dalam penggunaan bahan bakar alternatif dan penggunaan bahancementitious untuk memproduksi blended cement.
  2. Setelah itu, pada 7 Juli 2011, UNFCCC menerbitkan Emisi Reduksi yang Disertifikasi (Certified Emission Reduction/”CER”) kepada Indocement karena berhasil mengurangi emisi yang dihasilkan dari proyek Blended Cement selama periode Januari 2005 hingga akhir Oktober 2006. Bulan September 2011, Perseroan menerima pembayaran dari Bank Dunia atas penjualan 93.973 ton CER senilai USD363.180 setelah dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk persiapan proyek. Sementara itu, sampai dengan akhir 2011, verifikasi volume CER untuk proyek Blended Cement untuk periode November 2006 sampai dengan Juli 2007 sedang dalam proses, menunggu persetujuan dari UNFCCC.
  3. Bahan cementitious adalah salah satu komponen kunci keunggulan produk Indocement, PCC. Penggunaan bahan baku alternatif yang digunakan sebagian besar berasal dari material vulkanik, seperti batuan pozzolanic, fly ash, dan sebagainya. Indocement juga secara aktif berusaha meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif dengan memperbaiki penggilingan dan penyaringan bahan baku. Pemasangan filtrasi Bag House di seluruh pabrik dan kiln merupakan bagian dari peningkatan konsistensi dan efektivitas Indocement dalam mengurangi emisi debu. Sistem ini lebih efektif dalam menangkap emisi debu daripada Electrostatic Precipitator. Dalam rangka memodernisasi laboratorium, selain dilengkapi pengujian bahan bakar alternatif baru, laboratorium Perseroan juga telah dilengkapi dengan peralatan pengujian bahan baku semen yang telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hal ini semakin memperkuat posisi laboratorium Indocement sebagai tempat pengujian bahan baku semen independen untuk industri semen. Indocement telah memperbarui seluruh sertifikasi, meliputi ISO 9001 (manajemen mutu), ISO 14001 (manajemen lingkungan), dan OHSAS 18001 (kesehatan dan keselamatan kerja) pada 2011.

PT Indocement  bisa dikatakan mampu menjaga konsistensi atau bahkan mampu meningkatkan profit dalam hal pendapatan. Hal tersebut dapat dilihat pada tahun 2011, perusahaan kami mencapai rekor volume penjualan domestik dengan membukukan volume penjualan domestik tertinggi dalam sejarah Perseroan. Peningkatan penjualan domestik ini sudah terlihat sejak semester pertama 2011 dengan penjualan setiap bulannya rata-rata di atas 1 juta ton semen, tidak terpengaruh dengan musim hujan pada awal tahun. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2010, semester pertama 2011 mengalami peningkatan cukup tinggi, sekitar 15%.

Selain itu, peningkatan permintaan pasar domestik yang kuat berlanjut di semester kedua. Didukung oleh kelebihan kapasitas produksi Perseroan saat ini, total penjualan domestik Indocement tumbuh sebesar 19,9% dari 12,8 juta ton di 2010 menjadi 15,4 juta ton semen di 2011. Perseroan mampu meningkatkan pangsa pasar dari 30,9% di 2010 menjadi 31,5% di 2011.

Dari segi volume penjualan, PT Indocement dalam bidang ekspor mengalami kemunduran sebesar 41,5% dari 1,0 juta ton pada tahun 2010 menjadi 0,6 juta ton pada tahun 2011 karena Perseroan lebih fokus untuk memenuhi permintaan domestik yang tinggi.

Sehingga total volume penjualan di 2011 meningkat 15,2% menjadi sebesar 16,0 juta ton, dibandingkan dengan 13,9 juta ton yang berhasil direalisasikan pada tahun 2010. Strategi yang diambil oleh perushaan kami untuk mengimbangi lonjakan biaya produksi terutama biaya energi, kami berhasil  meningkatkan harga jual domestiknya secara bertahap, menghasilkan peningkatan harga rata-rata penjualan dalam negeri sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Didukung oleh peningkatan volume dan harga rata-rata penjualan domestik, pendapatan neto Perseroan meningkat sebesar 24,7% menjadi Rp13.888 miliar dari Rp11.138 miliar pada tahun 2010.

Semen kantong masih mendominasi penjualan domestik, mencakup 83,1% dari total volume penjualan domestik, sedangkan sisanya 16,9% berasal dari penjualan semen curah. Penjualan semen curah tahun ini meningkat 52,3% dibandingkan tahun lalu, didukung oleh meningkatnya penjualan beton siap-pakai di tahun 2011.

Penjualan semen merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan Perseroan, meliputi 90,3% dari pendapatan neto Perseroan pada tahun 2011. Sisanya 9,7% merupakan kontribusi dari bisnis beton siap-pakai dan agregat.

  • Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan di 2011 meningkat sebesar 33,5% dari Rp5.597 miliar pada 2010 menjadi Rp7.474 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan sebesar 15,2% dan peningkatan biaya per ton karena peningkatan harga batubara, bahan bakar dan kertas kraft. Dalam rangka mengurangi dampak biaya energi, Perseroan tetap meneruskan usaha efisiensi biaya untuk mengoptimalkan biaya produksi. Rasio beban pokok pendapatan terhadap pendapatan neto di 2011 sedikit meningkat dari 50,3% pada 2010 menjadi 53,8%.

  • Beban Penjualan

Beban penjualan melonjak signifikan sebesar 34,9% dari Rp1.222 miliar pada 2010 menjadi Rp1.649 miliar pada 2011, seiring dengan meningkatnya volume penjualan dan bertambahnya penjualan di luar Jawa yang jauh dari area pangsa utama serta meningkatnya biaya transportasi karena naiknya bahan bakar yang menyebabkan kenaikan tarif transportasi di 2011.

  • Profitabilitas perusahaan Indocement

Meskipun marjin laba kotor menurun dari 49,7% pada tahun 2010 menjadi 46,2% pada 2011, laba kotor Perseroan meningkat 15,8% dari Rp5.541 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp6.414 miliar pada tahun 2011 karena meningkatnya volume penjualan. Marjin laba usaha menurun dari 36,5% menjadi 31,8% seiring dengan kenaikan harga yang masih belum dapat menutup kenaikan biaya.Namun demikian secara absolut laba usaha meningkat 8,8% dari Rp4.061 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp4.418 miliar. EBITDA naik sebesar 8,5% dari Rp4.683  miliar menjadi Rp5.082 miliar, sedangkan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan naik menjadi Rp3.597 miliar, meningkat 11,5% dari Rp3.225 miliar yang dibukukan pada tahun 2010.

  • Aset Lancar

Aset lancar meningkat signifikan sebesar 37,8% dari Rp7.485 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp10.315 miliar pada tahun 2011, terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas dari Rp4.685 miliar menjadi Rp6.865 miliar. Piutang usaha juga meningkat sebesar 42,9% dari Rp1.355 miliar menjadi Rp1.936 miliar sejalan dengan kenaikan volume penjualan domestik, meningkatnya penjualan di luar Jawa dan meningkatnya penjualan semen curah. Baik penjualan di luar Jawa dan penjualan curah, keduanya memiliki periode pembayaran yang lebih lama. Persediaan neto pada akhir tahun 2011 adalah Rp1.328 miliar atau naik sedikit sebesar 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.300 miliar. Persediaan tersebut terdiri dari persediaan bahan baku dan penolong, suku cadang bersih, barang dalam proses, barang dalam perjalanan dan barang jadi.

  • Aset tetap


  • Aset Tidak Lancar

Tidak ada  perubahan yang berarti pada aset tidak lancar, yang hanya menurun dari Rp7.861 miliar pada 2010 menjadi Rp7.837 miliar pada 2011.

  • Total Aset

Total aset tumbuh 18,3% dari Rp15.346 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp18.151 miliar pada tahun 2011.

  • Prospek Usaha

PT Indocement percaya bahwa permintaan domestik pada saat ini dan masa datang akan tumbuh positif, terlebih lagi dengan adanya pembangunan infrastruktur yang akan menarik orang untuk membangun dan tinggal di sekitar infrastruktur tersebut. Tentu saja ini akan memicu efek berganda pada konsumsi domestik. Menguatnya kebutuhan semen selama tahun 2011 menjadi indikasi akan prospek pertumbuhan yang cerah bagi industri semen di Indonesia pada tahun 2012. Hal ini didukung oleh tren pasar perumahan (residential market) serta bangunan bertingkat tinggi, yang masih akan kuat mengikuti pertumbuhan kelas menengah sebagai kunci utamanya. Undang-Undang baru, pertanahan bagi pembangunan untuk kepentingan umum telah disahkan oleh DPR pada akhir 2011 untuk menunjang kepastian proyek infrastruktur agar dapat segera dimulai. Hal tersebut akan berpengaruh positif untuk sektor semen dengan adanya permintaan semen jangka panjang yang didukung oleh peningkatan investasi dalam proyek infrastruktur

  1. c.       Dividen dan Capital Gain
  • Dividen

Selama 3 tahun buku terakhir dividen yang dibagikan Perseroan rata-rata sebesar 30%. Pada tahun buku 2011, Perseroan membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp968 miliar atau Rp263 per saham, yang merupakan 30% dari laba net Perseroan pada tahun buku 2010. Tidak hanya itu, dilihat pada website resmi perusahaan tersebut, saham Indocement tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp. 62.765 miliar, pada 30 Desember 2011. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp58.716 miliar, menandakan peningkatan 6,9% dan terhitung selama 2011, Indocement menjual lebih dari 16 juta ton semen dan klinker, atau naik 15,2% dari 2010.

  • Capital Gain

Dari table diatas dapat dilihat bahwa, harga saham yang dimiliki oleh PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk mengalami penurunan pada tahun 2011 dari tahun sebelumnya yakni tahun 2010. Pada tahun 2010 dapat dilihat bahwa harga saham rata-rata yang dimiliki oleh perusahaan tersebut berada pada kisaran harga Rp.17.362 pada kuartal keempat (2010) dan turun menjadi Rp. 15.213 (2011). Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan (negatif).

            Sumber : http://www.indocement.co.id

d.      Neraca keuangan dan kinerja saham

  • Neraca keuangan Perusahaan

(Sumber : http://www.indocement.co.id)

Neraca keuangan menunjukkan bahwa terdapat adanya peningkatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Pada tahun 2010 terlihat bahwa laba kotor hanya sebesar 5.541 sedangkan pada tahun 2011 terjadi peningkatan mencapai 6.414. Pendapat netto dari angka 11.138 meningkat menjadi 13.888. Terdapat juga laba usaha pada tahun 2010 menunjukkan angka 4.061 dan meningkat menjadi 4.418 di tahun 2011.  Nilai buku persaham pun ikut meningkat dari angka 3552 di tahun 2010 menjadi 4.274 di tahun 2011. Total aset juga turut mengikuti dinamika ini, dari 15.346 pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 18.151 pada tahun 2011. Peningkatan keuangan ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah karywan yang mencapai angka 6.316.

  • Kinerja dan harga saham

 Data diatas menunjukkan bagaimana keunggulan perusahaan kami dibandingkan perusahaan lain. Harga saham PT Indocement  dari awal bulan Januari sampai Desember 2011 tidak bisa dikatakan buruk sekali. Karena seperti yang terlihat dimana garis berwarna biru, harga saham kami sepanjang tahun 2011 naik kemudian turun lagi. Namun patut menjadi perhatian ialah, PT Indocement tetap menjaga agar harga saham perusahaan berada pada titik yang bagus untuk perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat bagaimana perusahaan berjuang menaikan harga saham kami sehingga kembali baik setelah sempat turun pada pertengahan tahun. Ini merupakan salah satu bukti bahwa PT Indocement sungguh-sungguh ingin membuat perusahaannya menjadi nomor satu di Indonesia dalam hal semen dan juga ingin dilihat sebagai salah satu perusahaan yang menjadi tujuan investor untuk menaruh modal mereka pada PT Indocement.

e.       Kompetitor

PT Indocement bukan merupakan satu-satunya produsen semen di Indonesia. Terdapat beberapa perusahaan semen yang dapat dikategorikan sebagai kompetitor PT Indocement. Perusahaan tersebut adalah PT Holcim dan PT Semen Gresik. Perusahaan sadar akan ancaman yang dating dari kedua perusahaan tersebut. Hal tersebut membuat perusahaan membuat ancang-ancang atau membuat strategi untuk tetap dapat menjadi pilihan pertama masyarakat.

Strategi yang dilakukan oleh PT Indocement adalah tetap menjaga kualitas hasil produksi, memberikan call center layanan telepon gratis sebagai layanan penerimaan saran dan kritik, terus melebarkan jangkauan pemasaran, mendekatkan perusahaan dengan masyarakat yang lokasinya belum dapat dijangkau oleh pemerintah, penjualan produk tidak terlalu mahal, melakukakan pendekatan terhadap seluruh staff dan karyawan karena ketika hal ini berlangsung baik maka akan meningkatkan tingkat semangat untuk bekerja dan akhirnya dapat memenuhi target, menjaga hubungan baik dengan para investor dengan cara bersifat terbuka terhadap situasi perusahaan baik keuangan, kinerja karyawan, dan produksi.

III.             Kesimpulan

PT Indocement merupakan salah satu perusahaan semen yang tetap menjaga konsistensi produksi dan selalu meningkatkan tingkat produksi sehingga tidak hanya nama perusahaan yang semakin dikenal publik, tetapi juga ikut mempengaruhi harga saham pada perusahaan. Kinerja yang baik dari perusahaan yang ditujukan dengan grafik kinerja yang setiap tahun semakin membaik akan membawa perusahaan ini menjadi semakin maju di tahun berikutnya dan menjadi salah satu Top Brand di pasar domestik.

Penurunan saham yang terjadi tidak membuat perusahaan PT Indocement mengalami penurunan produksi karena terlihat mereka dengan sigap dapat langsung menaikkan harga saham. Hal tersebut juga mengakibatkan para investor tetap yakin untuk menanamkan modalnya di PT Indocement.

IV.  Kerangka Presentasi

NO ISI DURASI WAKTU Person In Change
1 Informasi umum perusahaan
  • Nama perusahaan
  • Visi dan misi perusahaan
  • Manajemen perusahaan
  • Pengharagaan

2. Informasi pemegang

  • Pemegang saham
  • Rencana kepemilikan public

 

3. Bisnis utama PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk

  • Informosi perusahaan berkecimpung dalam bidang apa
  • Total Produksi
  • Lingkungan

4. Penjualan dan pendapatan perusahaan

  • Beban pokok pendapatan
  • Beban penjualan
  • Profitabilitas perusahaan Indocement
  • Aset-aset

5. Dividend an Capital gain

  • Dividen
  • Capital gain

6. Neraca keuangan dan kinerja saham perusahaan

  • Neraca keuangan
  • Kinerja saham
  • Kompetitor

7. Penutup

  • Kesimpulan
  • Ucapan terima kasih


Sumber

http://www.indocement.co.id/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s